Tampilkan postingan dengan label Proses Metamorfosa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Proses Metamorfosa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Juli 2012

What is your Goal?!?!

That's not a regular question that you came across in daily activities. That question could be a rhetorical or a mind opener, or else, must be in a job interview, depends on who's asking and what is the motivation. If it's rhetoric one, I could smell the cocky smart a*s all over the questioner.
A book writer and motivator once said -in his book launch radio promotion- that, "What is your Goal" is a question about your character. Only a person who have a character that could answer it thoroughly and clear.
When I was just a little kid, my parents and other older family use to ask this kind of question, but I found it like a trick question, they really want the answer they thought would be great, I don't know what is it, and the worse part of it, I try to much to make them happy but fail to ask about what is the truth that I want. I answer,
"to be a rich man." 
What is "rich" for kids anyway? I don't have a clue, and some times I still don't have it up until now.. Am I characterless person?!?!

Rabu, 27 Juni 2012

Cara Menghasilkan Uang dari Blog

Bagi Anda yang tidak percaya bahwa dengan menulis blog bisa menghasilkan uang dan menjadi pekerjaan penuh, maka Anda perlu melakukan riset sendiri karena Anda pasti tidak akan percaya pada saya.
Betul, menulis di blog bisa mendatangkan uang!
Kalo Anda melihat blog (website yang ditulis oleh perorangan) ketika anda sedang browsing sesuatu, dan Anda melihat berbagai iklan bermunculan baik secara spontan maupun di sekitar tampilan blog-nya, itu berarti laman blog itu menghasilkan uang bagi si pemiliknya. Dan semakin menarik dan dicari (di browsing) tulisan di blog Anda, maka blog Anda akan semakin muncul dalan halaman daftar pencarian Google (google search engine), dan semakin banyak lah iklan yang akan bermunculan menawarkan diri untuk mengisi blog Anda. Menarik bukan? 


Anda bisa mengerjakan blog Anda dari rumah, dan dari mana saja, dengan kebebasan waktu serta tidak perlu capek bekerja 8-10 jam dan harus bermacet-macetan di jalanan, bisa memiliki waktu pribadi dan keluarga lebih banyak, dan uang akan mengalir terus kepada Anda seperti halnya Anda memiliki kebun uang di halaman belakang rumah Anda.. 


Memang, no pain no gain.. Tidak ada makan siang yang gratis.. Anda harus berusaha memulainya, menyelesaikannya, menikmatinya, dan melimpahkannya.. Ya, layaknya pengusaha, 4 cara itu harus dilakukan untuk mencapai sukses yang kita mau. Lebih lengkapnya tentang 4 cara itu, saya akan paparkan di tulisan selanjutnya.


Salam Nampol Abis!

Rabu, 06 Juni 2012

Carpe Diem

Scale back your long hopes 
to a short period. 

While we 
speak, time is envious and 
is running away from us.



Seize the day, trusting 
little in the future


“Odes” - Horace - 65 BC

Jumat, 01 Juni 2012

Networking (Temali Kerja)

Di dunia kerja saat ini yang semakin menuntut hasil yang tinggi, tidak jarang membutuhkan terobosan baru agar inovasi tidak hanya sebagai "bunga" aktualisasi kinerja, namun menjadi kebutuhan yang harus terus diproduksi dengan presisi. Karena itu informasi, sosialisasi dan relasi harus dijaga dinamikannya agar terus hidup, berkembang, dan menghasilkan solusi terobosan dalam pekerjaan.

Networking atau temali kerja, atau yang juga dapat disebut jaringan adalah sebuah entitas yang tak ubahnya seperti bangunan yang terbuat dari manusia dalam kinerja, kepentingan, dan kepercayaan. Hal ini sering digunakan oleh orang-orang yang berkecimpung dalam dunia penjualan dan pemasaran, baik itu untuk produk perusahaan, MLM, sampai profesional skill sekalipun.

Yang paling memanfaatkan penuh entitas kerja jaringan secara komprehensif adalah bisnis MLM, atau bisnis Multi Level Marketing. Dalam bisnis ini, penjualan produk tidak menjadi titik krusial, walaupun bisa menjadi jalan masuk ketertarikan dari manfaatnya. Banyak orang mengatakan ini bisnis jaringan, dengan kata lain bisnis ini mengutamakan bagaimana agar kita membangun jaringan manusia yang terikat erat dibawah kita, yang mereka juga akan meneruskan kebawahnya selanjutnya dan seterusnya.

Namun perlu digaris bawahi, bahwa sedemikian baiknya konsep dan sistem yang dikembangkan untuk mendapatkan manfaat dari kekuatan jaringan, tapi pada dasarnya bangunan yang hidup merupakan bangunan yang tak akan pernah diam, 
karena setiap kepala manusia selalu memiliki pemikiran dengan pola ritme dan tarikan melodi yang berbeda-beda. 
Alih-alih mencari ketenangan dari asumsi automatisasi kemampuan dan kekuatan jaringan, justru sebaliknya menghabiskan setiap detik kehidupan untuk menjaga agar bangunan tersebut tetap berdiri dan berharap semakin besar, layaknya sifat dasar manusia yang tak pernah puas!

Stay Nampol Abis!

Kamis, 31 Mei 2012

Memulai Usaha tidak pernah dari Nol

Kita mungkin pernah mendengar tingkat kemajuan suatu negara dapat dilihat dari persentase jumlah pengusahanya. Juga kita mungkin pernah mendengar bahwa bila ingin hidup penuh impian yang indah-indah maka kita harus jadi pengusaha. Bila kita ingin bebas dari atasan dan tidak terikat apapun selain keinginan diri sendiri, maka jadilah pengusaha.

Banyak yang mengatakan bahwa "saya memulai usaha ini dari nol.." Menurut saya, tidak ada yang dinamakan memulai usaha dari Nol, karena pada dasarnya kita hidup dari bayi hingga dewasa pasti dipenuhi oleh berbagai pengaruh lingkungan, pendidikan, dan pengalaman. Semua itu secara sadar maupun tidak sadar memberikan masukan, pengetahuan, bahkan intuisi dalam memulai usaha. Karena itulah usaha tidak pernah berangkat dari titik NOL! Sesungguhnya hanya itulah yang dibutuhkan oleh pengusaha untuk memulai bisnisnya, dan bukan modal semata.. Sekali lagi, bukan modal!

  • INPUT: Masukan bisa berupa informasi yang penting bahkan justru mencetus ide untuk memulai usaha, yang bisa jadi sudah memiliki latar belakang tertentu dengan jenis usaha itu. Misalnya, kita dari kecil suka makan yang enak, begitu tiba-tiba ada teman menawarkan tempat berjualan, dan secara kebetulan ada pemasok makanan yg enak dan dengan harga murah, maka.. Walah, jadilah usaha itu.. Berjualan makanan. Maka mudah lah bergaul dengan siapa saja dan dari kalangan apa saja, karena input itu bisa datang dari mana saja.
  • KNOWLEDGE: Pengetahuan merupakan hal yang bisa dari rangkuman pengalaman hidup dan juga informasi yang kita gali untuk memperdalam sebuah usaha, dengan membentuk karakter yg lebih baik, sistem dan managemen, dan perencanaan pengembangan kedepan. Misalnya, setelah kita dapat kesempatan, kita harus terus meningkatkan kualitas, menciptakan keunikan, membangun karakter diri sendiri, menggali informasi untuk menekan pengeluaran dan meningkatkan penghasilan, membuat usaha tersebut tidak tergantung kepada keputusan Anda setiap saat, dan pengembangan strategis melalui banyak hal seperti buka cabang, bangun brand, penetrasi pasar baru, dll
  • INTUITION: Intuisi ini lah yang penting digali dan dilatih bagi seorang pengusaha. Karena pada dasarnya seorang pengusaha adalah seorang pendobrak hal yang biasa, dan selalu dalam posisi aksi dan reaksi, tidak pernah statis. Misalnya, pengusaha yang sukses biasanya bukan pengikut/ikut-ikutan pasar. Dia menciptakan hal baru, dan itu butuh kreatifitas dan inovasi yang didorong oleh intuisi. Dan itu harus terus dilatih dengan melakukan aksi dari setiap buah pikirnya. Tanpa tindakan kongkrit, usaha hanyalah menjadi angan-angan sebelum tidur.
Kita tidak akan pernah dapat menjadi siapa-siapa bila bukan kita sendiri yang merubah nasib kita. Sering kali pengusaha besar memulai dari sebuah keterpaksaan keadaan yang membuatnya harus bertindak dan sukses agar tidak mati. Namun daya dorong tersebut bisa kita ciptakan sendiri, tergantung seberapa penting cita-cita kita itu kita junjung.

Salam Nampol Abis!

Kamis, 03 Mei 2012

be happy





Bahagia tidak jauh dari diri kita, 
dia tidak perlu di upayakan 
dng luar biasa dan kerja keras.. 
Bahagia ada dalam diri kita, 
dan mudah untuk dibagikan. 


Bahagialah dari dalam diri, 
dan bagikanlah pada sekitarmu.. 
Lalu rasakan kebahagian itu 
berlipat ganda..


#j.quote



Sabtu, 04 Februari 2012

Pertemanan adalah kesia-siaan?

Manusia tidak dapat hidup sendiri namun manusia hanya memiliki dirinya sendiri. Sejak dilahirkan, kita pasti dibantu oleh orang lain dan akan terus bertemu orang-orang lain di sepanjang hidup kita. Dalam setiap kehidupan, manusia cenderung dikelilingi oleh manusia lain yang memiliki tujuan, ruang dan waktu yang sama.. Mulai dari keluarga, kerabat, tetangga, guru, teman, sahabat, rekan kerja, pasangan hidup, anak, cucu, dan orang-orang disekitarnya. 

Berbeda dengan keluarga, persahabatan terkadang datang dan pergi, terkadang menghianati (lirik lagu slank). Ketika kita masih bersahabat dengan tetangga, lalu teman SD, lalu SMP, SMA, Kuliah, Kerja.. Menikah? Apakah sahabat itu masih ada semua? Teman SD yang pada saatnya sangat akrab dan kuat, namun mulai sirna ketika kita pindah sekolah, apa lagi pindah keluar kota.. Jangankan teman SD, teman kuliah pun, setelah terpisah waktu dengan sibuknya pekerjaan, apakah kita masih bertegur sapa?

Apakah pertemanan adalah kesia-siaan? 
Apakah dia layaknya barang yang lama-lama menjadi usang? 
Apakah waktu dapat mensirnakan kenangan?


A friend becomes old friend..
Never say good bye,
Just till we meet again..

Selasa, 31 Januari 2012

Bila bukan kita yang mengarahkan jalan, 
maka jalan yang mengarahkan kita.. 

Ujung jalan boleh tak terlihat, 
namun ujung langkah sudah terlihat.. 


Ada perjumpaan ada pula perpisahan, 
ada pengalaman ada pula tantangan kedepan.. 


Semua bisa dimungkinkan bukan karena kuat gagahku, 
namun tak ada yang tak mungkin bila Ia besertaku.. 


#j.quote

Kamis, 12 Januari 2012

Berdamai dengan birokrasi

Bagi sebagian orang ketelitian adalah bagian dari hidup dan ada bilang harus di upayakan, namun saya sudah berdamai dengan diri saya sendiri yang terkadang teledor. Saya seringkali kehilangan dompet karena berbagai sebab, walau saya sudah antisipasi sedemikian rupa, namun bila sudah terjadi, saya berdamai dengan hati lalu mensyukuri apa yang masih bisa disyukuri. Berdamai dengan diri sendiri itu penting agar bisa lebih menikmati hidup.

Begitu pula berdamai dengan sekitar kita yang kerap kali memancing emosi, contohnya birokrasi di negara kita tercinta ini. Sudah banyak yang berubah dibandingkan 10 tahun yang lalu, dimana Samsat Polda Metro, pegawainya semuanya adalah calo (hahaha.. saya rasa begitu loh). Namun sekarang, paling cuma tukang parkir dan beberapa orang yg berkeliaran di tempat parkir saja yg masih menawarkan jasa "bantuan" itu.
Hanya orang bodoh (tidak tahu/cari tahu) atau orang sangat sibuk yang menggunakan calo..
Tapi saya salut dengan perubahan ini, karena saya mengurus SIM saya yg hilang dengan bermodalkan:

  • Copy surat keterangan hilang kepolisian, 
  • Copy KTP, 
  • Copy SIM, dan 
  • Dana total Rp. 135.000,-  plus sumbangan PMI sukarela
    • Loket Periksa Mata, Rp. 20rb
    • Biaya Formulir di BRI, Rp. 80 rb
    • Biaya Foto di Loket 18, Rp. 30rb
    • Biaya Cetak SIM, Rp. 5rb
Maka dalam 1 jam yang tidak terasa (karena kita wara wiri urus sendiri), SIM kita selesai. Bila hanya memperpanjang malah lebih cepat (karena tidak perlu ke ruang arsip). Belum lagi sikap petugas meja informasi yang sangat ramah dan membantu muka-muka kebingungan seperti saya (walau memang muka saya seperti itu).

Ada satu perubahan yg saya perhatikan dan cukup mencengangkan saya, tidak ada test praktek langsung (saya pernah gagal/digagalkan dulu pas pertama kali bikin SIM, urus sendiri juga), tapi menggunakan test simulator. Sehingga saya lihat ada beberapa simulator mobil dan motor, mirip dengan permainan ding-dong yang ada di bioskop, namun dengan ukuran kendaraan yang asli. 

Namun sekedar kritik, haruskah pembuatan SIM itu diperketat, khususnya kesehatan mental (becanda tapi serius)? Karena banyak sekali orang yang baik-baik di rumah, baik-baik di kantor, baik juga beribadah, namun setelah menunggangi motornya, semua berubah menjadi ganas (dia yang ngaco, tp galakan dia), oportunis (ada celah dikit lgs masuk, padahal itu jalan orang berlawanan, bikin tambah macet), dan pragmatis kebablasan (bahu jalan adalah jalan tol motor).

Salut untuk Samsat Daan Mogot yang banyak berubah. Tidak seperti kantor Kelurahan yang masih berbelit-belit dalam membuat KTP yang hilang, karena harus minta TTD RT dan RW dulu (padahal kan datanya udah ada), lalu harus datang di hari tertentu dimana jadwal tukang fotonya masuk, dan tidak langsung jadi (walau saya tau itu tinggal print) karena bapak Lurah nya yg harus TTD jarang di tempat.. Kebiasaan "balik kanan" setelah jam makan siang masih kental dalam birokrasi kita ya.. 

Namun apapun keadaannya, hati ini milik kita, dan damai itu kita cipta. #j.quote
Lets make our world a better place.... Cheers mate

Selasa, 03 Januari 2012

Yet, New Year Resolution



New year, new resolution... Even though its common but still we must make one. Because to be a better person we must life driven by purpose.
The question is, new years resolution, accomplished or renewed?
Is it already repeated over and over again, or is it difficult? Is it because of the circumstances or just because your self.
We tend to have a similar, plain standard desire for resolution, such as –up most popular- ideal body weight, ideal lovers, ideal wealth, ideal health, ideal job and bosses… ext.Is this an ideal dreams? To have an ideal life, we need an ideal way to achieve it.

To be a meaningful person we must have purpose of life in a compartment time frame, and it should be poured in New Year resolution. But we must plan it with SMART way. 

Ø      Specific,            Significant,             Stretching,               Simple
Ø      Measurable,      Meaningful,           Motivational,          Manageable
Ø      Attainable,         Appropriate,         Achievable,             Ambitious
Ø      Realistic,           Relevant,              Resourced,             Resonance
Ø      Timely,             Time oriented,       Time framed,          Tangible
Ø      Evaluate,           Ethical,                 Excitable,               Enjoyable
Ø      Rewarding,       Reevaluate,          Rewarded,             Reaching

Is your resolution a new thing and inspiring, even daring? Or is it burdens that gnaw your happiness? #j.ask




In bahasa:


Lagi-lagi, Resolusi Tahun Baru

Tahun baru, Resolusi baru.. Walau saat ini sudah jamak, namun bagi Anda yang belum membuat resolusi, sebaiknya buat. Karena manusia akan hidup lebih baik bila tahu tujuannya.
Namun pertanyaannya adalah: Resolusi tahun lalu, tercapai atau terbaharui?
Apakah resolusi kita berulang dan terasa sulit tercapai? Apa sebabnya, apakah keadaan atau diri kita?
Kita biasanya memiliki resolusi yang hampir-hampir mirip (golongan STD), misalnya yang sangat popular adalah, berat badan ideal… pasangan yang ideal… kesehatan yang ideal… rezeki yang ideal… pekerjaan yang ideal… apakah ini adalah mimpi yang ideal? Untuk mendapatkan hidup yang ideal tentunya dibutuhkan cara yang ideal.
Maka untuk menjadi manusia yang bermakna maka kita harus memiliki tujuan yang dituangkan dalam resolusi tahun baru. Namun cara penyusunan resolusi itu harus secara SMART.

Ø      Specific,            Significant,             Stretching,               Simple
Ø      Measurable,      Meaningful,           Motivational,          Manageable
Ø      Attainable,         Appropriate,         Achievable,             Ambitious
Ø      Realistic,           Relevant,              Resourced,             Resonance
Ø      Timely,             Time oriented,       Time framed,          Tangible
Ø      Evaluate,           Ethical,                 Excitable,               Enjoyable
Ø      Rewarding,       Reevaluate,          Rewarded,             Reaching


Apakah resolusi kita menjadi sesuatu hal yang baru dan menggembirakan serta menantang, ataukah sebuah beban yang menggerogoti kegembiraan Anda? #j.ask

Rabu, 21 Desember 2011

Kembali melihat "Liat"

Manusia di dunia yang fana ini diciptakan oleh Sang Pencipta dari debu tanah dan akan kembali lagi menjadi debu tanah. Nampakya tanah sangat lekat dengan kehidupan kita sebagai manusia, bahkan kita dapat mengambil filosofi tanah liat untuk menjadikan hidup kita lebih baik.
  • Anak-anak.
     Kumpulkan dan satukanlah mereka dengan kasih sayang diatas meja kehidupan yang berputar. Curahi mereka dengan air pengetahuan yang sejuk sehingga mereka mudah dibentuk oleh kehangatan cinta dan kelembutan tangan terampil sampai mereka menjadi padat berisi nilai-nilai luhur dan membentuk bejana.
  • Remaja.
     Seiring bertambahnya kecepatan putaran roda dunia, kuatkan bentukan nilai-nilai tangan mulia seiring dengan penegasan garis eksplorasi diri serta mempertajam nilai seni dan estetika melalui percikan warna dan ornamen, sehingga menjadi bejana yang tidak hanya berfungsi, namun kuat serta bernilai seni tinggi untuk kelak menerima beragam bunga kehidupan.
  • Dewasa.
     Kobarkan tungku api membara dan bakar bentukan nilai dalam bejana hingga mengeras dan berubah menjadi keramik yang indah penuh nilai dan fungsi makna, siap untuk diperlihatkan kepada semua orang, diberikan nilai jual yang tinggi, dan menjalani fungsinya sebagai wadah beraneka warna bunga, dan memberikan keindahan bagi lingkungan sekitar.
  • Lanjut Usia.
     Waktu terus berjalan namun keindahan abadi terus terjaga dan membangun nilai kekaguman yang semakin tua semakin tinggi dicari bahkan tetap terpancar dari dasar lautan sekalipun, bagaikan harta karun melebihi kilauan logam mulia.


Apakah kita telah melalui tahapan-tahapan itu?
Mampukah kita menjadi tanah liat yang dibentuk menjadi sebuah bejana yang berakhir sebagai vas bunga kramik antik yang dicari-cari oleh kolektor barang seni dunia?
Semua tahap kehidupan memiliki arti. Resapi, maknai, cintai. Jangan sekedar lewati, atau ingin segera melewatinya.



Stay Nampol Abis
By: Hendrik J. Silitonga (21/12/11)

Sabtu, 14 Agustus 2010

Show me the way!!

Kehidupan yang semakin keras dan menantang, ataupun mimpi yang indah tentang hidup yg sukses membuat kita harus terus menghebatkan diri menghadapi tembok besar rintangan yg biasanya menghadang dan harus diloncati dan dilalui bila ingin tiba di tujuan.
Namun bila kita analogikan seperti itu, untuk membuat loncatan yang begitu tinggi agar muka tidak rata dengan tembok ataupun nyangkut di selangkangan, maka kita harus meloncat lebih tinggi dari temboknya. (ya iya lah..)
Tembok yang begitu tinggi besar dan arogan membuat suatu perasaan ketidakmampuan muncul dan melemahkan rasa percaya pada diri dan kemampuan sendiri, sehingga harus diimbangi dengan afirmasi/self talk dan persiapan untuk membangkitkan percaya diri.

Bagaimana caranya??

  1. Otomatis pijakan kita harus rata dan kuat, supaya tidak mengurangi keseimbangan dikaki dan keraguan mendorong ke atas. 
  2. Lalu kaki sebagai pegas/fungsi lontar haruslah keras dalam gaya tekanan dan ditarik sampai titik terbawah agar hasil lontaran tersebut maksimal mendorong seluruh tubuh. 
  3. Lalu badan haruslah ringan, tidah membawa beban yang tidak diperlukan untuk meloncat.
  4. Posisi badan pun menentukan kearah mana akan menuju.
  5. Lalu, (kalo boleh gw bilang) yang tak kalah penting adalah kepala. Kenapa gue bilang gak kalah penting? Karena hal ini yang membedakan loncat yang disengaja berdasarkan keinginan, dengan loncat tembok dengan insting karena dikejar anjing galak, rabies pula, atau oleh warga sekampung bawa obor dan golok sambil diteriakin maling.. hehehe.. 
Semuanya bisa menibakan ke atas tembok, hanya elo boleh pilih keadaannya, dengan keinginan untuk maju atau dipaksa karena terdesak keadaan.
Kepala-lah yang membedakan antara sadar dan tidak untuk memulai, meyakinkan hati, melihat ke depan dan memikirkan berapa jarak lari yang dibutuhkan sebagai ancang-ancang, mencari dimana pijakan yang rata dan kuat, tembok mana yang (mungkin) lebih pendek dari lainnya, berapa kuat lontaran yang dibutuhkan & berapa energi yang badan harus miliki untuk mewujudkannya dan juga apa yg tidak perlu dibawa baik di badan ataupun di pikiran, bagaimana posisi kemiringan badan kita untuk loncat, maupun menghadapi rintangan sebelum loncat misalnya batu kerikil, kubangan air ataupun angin, kapan saat yang tepat untuk melontarkan badan, dan menyiapkan pandangan yang fokus dan tangan terus menggapai ke atas agar pikiran hanya pada tujuan dan tangan selalu siap dan sigap dalam membantu menggapai puncak dari tembok tersebut.

Yeah right.. bla.. bla.. bla..
hahahaha.. I know..
santai lah..

Kalo semua itu terasa ribet dan udah buat berat kepala duluan, maka salah satu guru gue, James Gwee (courtesy from AXA Mandiri, Exelence is my life's national seminar & gathering) bilang, bukan cari 'how', karena ampe taun jebot juga lo gak akan tau 'how'-nya karena lo belom pernah melakukannya!! Yang dicari 'who'.. karena si-'who' itu udah pernah melakukannya, dan elo tinggal belajar sama dia..

Yeah right again..
gak semua mentor bisa dideketin dengan gampang kali..

But some times u don't have to searching the "it" mentor to guide you out from the dark age, but more from around us that make our daily surrounding to live, that their presence is available in anytime but we often miss the opportunity even failed to ask nor to listen. Your boss, friend, parents, family, spouse, even from your younger brother or your child, and so much more from TV, radio and internet, of course after a good screening.

Trus kalo mau lebih mantab, the "it" mentor biasanya menulis buku untuk membagikan pengalaman dia kepada masyarakat. Dan kita bisa dengan murah membeli pengalaman hidupnya yang membuat dia sukses luar biasa hanya di toko buku terdekat. Memang lebih enak lagi kalo kita mendengar langsung dengan ikut seminarnya, atau lebih mantabh lagi bila di-coaching langsung oleh sang trainer/mentor.. tapi itu pasti high-budget atau lo harus unik banget sehingga dia tertarik..

But in the end, it's all about YOU. Whether you want a succeed in life or not, whether you are willing enough to learn more than you are already comfort right now, whether you can keep up with your dream rather than lay back and enjoy the sight seeing..

Well, its a whole different story..

Until then,
Stay Grand and Focus