Senin, 28 November 2011

Taste Of Saudade

Saudade dalam bahasa Portugis-Brazil yang artinya "kerinduan" -saya dapatkan saat iseng mendengarkan alunan musik Bossas- yang merupakan judul album kompilasi musik Bossa Nova yang sangat apik berisi lagu-lagu evergreen (lagu sepanjang masa) yang dinyanyikan ulang oleh artis-artis Bossa Nova dari Brazil, walau di produksi oleh musisi jepang.

Bossa Nova yang merupakan gaya musik  Brazil dengan komposisi aransemen yang khas mulai dikenal pada tahun 60an, masih merupakan turunan musik jazz yang kental namun relatif mudah didengar dan cenderung mengalun santai dan menciptakan suasana yang hangat serta romantis seperti sedang berbaring di tepi pantai Ipanema - Rio de Janeiro, dibawah payung sambil meneguk segarnya cocktail, mendengarkan deburan ombak dan pekikan burung camar dalam temaram kaca mata hitam dan semilir angin laut yang meliputi dan menyejukan hati..

Cita rasa akan sebuah kerinduan, dapat menjadikan sebuah alunan musik, semerbak harum, ataupun sentuhan akan tekstur tertentu, sebagai sebuah ilusi rasa yang segera meliputi seluruh tubuh dan menjadi sangat khas mengembalikan memori yang spesifik dan seringkali mendetil. Musik merupakan media yang sangat kuat dalam menuangkan rasa yang tak terkatakan, pikiran yang terdalam, dan keinginan yang tak tergambarkan. Itulah sebabnya musik seringkali dikatakan sebagai bahasa universal, karena sudah dimiliki setiap manusia sejak diciptakan Tuhan tanpa melihat latar belakang budaya dan bahasanya.

Seperti halnya suatu keinginan, dalam kehidupan kita yang fana dan sebentar ini kita sering meninggalkan impian, angan-angan, atau katakanlah cita-cita dengan seiring waktu berjalan. Tidak sedikit kita yang melupakan impiannya, pupus oleh pandangan orang lain, sirna oleh dinamika yang tidak sengaja menjadi siklus hidup kita saat ini, bahkan diabaikan oleh karena himpit sesaknya kebutuhan mendesak manusia.

Suatu saat, tanpa sengaja, musik bisa menjadi media, menghantarkan setumpuk kerinduan akan sebuah keinginan, menjadi pencetus dan memimpin pemberontakan akan keadaan yang memasung jiwa, lalu mencari kembali potongan teka teki kebahagiaan hati yang hilang meninggalkan lubang hampa. Bila hal ini kau temukan, pegang erat, resapi, dan mulailah berdiri, memandang, dan berjalan. Karena hidup hanya sebentar, jalani hidupmu.


http://en.wikipedia.org/wiki/Bossa_nova
http://www.cduniverse.com/productinfo.asp?pid=7110157

Sabtu, 14 Agustus 2010

Show me the way!!

Kehidupan yang semakin keras dan menantang, ataupun mimpi yang indah tentang hidup yg sukses membuat kita harus terus menghebatkan diri menghadapi tembok besar rintangan yg biasanya menghadang dan harus diloncati dan dilalui bila ingin tiba di tujuan.
Namun bila kita analogikan seperti itu, untuk membuat loncatan yang begitu tinggi agar muka tidak rata dengan tembok ataupun nyangkut di selangkangan, maka kita harus meloncat lebih tinggi dari temboknya. (ya iya lah..)
Tembok yang begitu tinggi besar dan arogan membuat suatu perasaan ketidakmampuan muncul dan melemahkan rasa percaya pada diri dan kemampuan sendiri, sehingga harus diimbangi dengan afirmasi/self talk dan persiapan untuk membangkitkan percaya diri.

Bagaimana caranya??

  1. Otomatis pijakan kita harus rata dan kuat, supaya tidak mengurangi keseimbangan dikaki dan keraguan mendorong ke atas. 
  2. Lalu kaki sebagai pegas/fungsi lontar haruslah keras dalam gaya tekanan dan ditarik sampai titik terbawah agar hasil lontaran tersebut maksimal mendorong seluruh tubuh. 
  3. Lalu badan haruslah ringan, tidah membawa beban yang tidak diperlukan untuk meloncat.
  4. Posisi badan pun menentukan kearah mana akan menuju.
  5. Lalu, (kalo boleh gw bilang) yang tak kalah penting adalah kepala. Kenapa gue bilang gak kalah penting? Karena hal ini yang membedakan loncat yang disengaja berdasarkan keinginan, dengan loncat tembok dengan insting karena dikejar anjing galak, rabies pula, atau oleh warga sekampung bawa obor dan golok sambil diteriakin maling.. hehehe.. 
Semuanya bisa menibakan ke atas tembok, hanya elo boleh pilih keadaannya, dengan keinginan untuk maju atau dipaksa karena terdesak keadaan.
Kepala-lah yang membedakan antara sadar dan tidak untuk memulai, meyakinkan hati, melihat ke depan dan memikirkan berapa jarak lari yang dibutuhkan sebagai ancang-ancang, mencari dimana pijakan yang rata dan kuat, tembok mana yang (mungkin) lebih pendek dari lainnya, berapa kuat lontaran yang dibutuhkan & berapa energi yang badan harus miliki untuk mewujudkannya dan juga apa yg tidak perlu dibawa baik di badan ataupun di pikiran, bagaimana posisi kemiringan badan kita untuk loncat, maupun menghadapi rintangan sebelum loncat misalnya batu kerikil, kubangan air ataupun angin, kapan saat yang tepat untuk melontarkan badan, dan menyiapkan pandangan yang fokus dan tangan terus menggapai ke atas agar pikiran hanya pada tujuan dan tangan selalu siap dan sigap dalam membantu menggapai puncak dari tembok tersebut.

Yeah right.. bla.. bla.. bla..
hahahaha.. I know..
santai lah..

Kalo semua itu terasa ribet dan udah buat berat kepala duluan, maka salah satu guru gue, James Gwee (courtesy from AXA Mandiri, Exelence is my life's national seminar & gathering) bilang, bukan cari 'how', karena ampe taun jebot juga lo gak akan tau 'how'-nya karena lo belom pernah melakukannya!! Yang dicari 'who'.. karena si-'who' itu udah pernah melakukannya, dan elo tinggal belajar sama dia..

Yeah right again..
gak semua mentor bisa dideketin dengan gampang kali..

But some times u don't have to searching the "it" mentor to guide you out from the dark age, but more from around us that make our daily surrounding to live, that their presence is available in anytime but we often miss the opportunity even failed to ask nor to listen. Your boss, friend, parents, family, spouse, even from your younger brother or your child, and so much more from TV, radio and internet, of course after a good screening.

Trus kalo mau lebih mantab, the "it" mentor biasanya menulis buku untuk membagikan pengalaman dia kepada masyarakat. Dan kita bisa dengan murah membeli pengalaman hidupnya yang membuat dia sukses luar biasa hanya di toko buku terdekat. Memang lebih enak lagi kalo kita mendengar langsung dengan ikut seminarnya, atau lebih mantabh lagi bila di-coaching langsung oleh sang trainer/mentor.. tapi itu pasti high-budget atau lo harus unik banget sehingga dia tertarik..

But in the end, it's all about YOU. Whether you want a succeed in life or not, whether you are willing enough to learn more than you are already comfort right now, whether you can keep up with your dream rather than lay back and enjoy the sight seeing..

Well, its a whole different story..

Until then,
Stay Grand and Focus